Selasa, 01 Januari 2013

 MAHLUK LEGENDA
A.


Amarok adalah aplikasi yang dapat memainkan musik untuk sistem operasi  Linux, Unix, Mac OS dan Windows dengan antarmuka yang intuitif.[1][2]Amarok menggunakan komponen dasar dari KDE desktop environment[2]. Nama Amarok berasal dari nama album Amarok oleh Mike Oldfield[2]. Amarok menggunakan lambang bergambar serigala, dan nama amarok (atau amaroq) sendiri secara bahasa mengacu pada suatu kata dalam bahasa Inuktitut yang berarti serigala.[2]

Amarok dapat terhubung ke berbagai layanan Web dan dapat mengakses musik secara langsung dan sangat potensial memperluas jumlah lagu. Berkat API yang kuat, menambahkan layanan tambahan dapat dilakukan dengan cara yang mudah[3] Seperti layanan dari Last.fm yang terintegrasi dengan Amarok sehingga mendengarkan streaming Last.fm melalui Internet dapat dilakukan di sini[2]. Informasi mengenai track-track yang dimainkan dapat dikirim ke Last.fm, yang memungkinkan untuk mengakses fitur-fitur Last.fm yang kaya, seperti statistik, chart, dan lain-lain[2]. Tampilan Amarok yang cantik dengan efek visual di setiap bagiannya, cover album, visualisasi, On-Screen-Display transparan, dan context browser dengan skin yang



Apis merupakan salah satu nama dalam mitologi bangsa Mesir.[1][2] Nama ini menunjuk pada seekor lembu jantan yang dianggap suci dalam mitologi masyarakat Mesir.[1]
Apis termasuk dalam jejeran nama-nama hewan yang penting pada waktu mesir kuno.[1][2] Lembu ini dilahirkan dari pancaran cahaya yang mengalir dari Bulan.[1] Kelahirannya merupakan suatu masa di mana orang-orang Mesir bersukacita. Masa kematiannya terjadi setelah 25 tahun, Apis dikorbankan dan dibakar dalam suatu pertunjukkan yang besar.[1]
Dalam masa itu, orang-orang Mesir akan bersedih dan akan mencukur kepalanya.[1] Masa kedukaan tersebut akan berlanjut sampai muncul Apis yang baru.[1] Lembu jantan tersebut mempunyai tanda yang menunjukkan bahwa ia merupakan benar-benar Apis.[1] Tanda itu berupa segitiga berwarna putih di bagian kepala, ada bentuk rajawali pada punggungnya, dan ada semacam benjolan pada lidahnya.[1] Apis juga berwarna gelap.[1]
Apis juga sering diidentikkan dengan kesuburan dan suatu regenerasi atau pembaruan.[2] Hal ini dikarenakan Apis mempunyai hubungan dengan dewa kebangkitan dan juga dewa kelahiran.[2] Para dewa ini mengejawantahkan dirinya dan juga kuasanya kepada Apis.[2]

 Arakhne (play /əˈrækn/) adalah seorang perempuan yang sangat ahli dalam menenun. Arakhne menolak jika disebut bahwa kemampuannya merupakan berkah dari para dewa, dia bahkan merasa lebih lihai daripada Minerva (Athena), dewi tenun. Minerva marah dan akibatnya Arakhne ditantang dalam suatu lomba menenun. Menurut Ovidius,[1] dalam lomba itu hasil tenunan Arakhne lebih bagus, selain itu tenunan Arakhne menggambarkan kisah-kisah para dewa yang memperkosa manusia. Hal ini membuat Minerva marah dan merobek permadani hasil tenunan Arakhne dan mengubah Arakhne menjadi laba-laba, seekor hewan yang terus-menerus menenun.



Argus Panoptes

Hera menyuruh Argus untuk mengawasi Io, yang telah diubah menjadi sapi oleh Zeus. Hera ingin menjauhkan Io dari Zeus. Dengan seratus matanya, Zeus tak akan bisa mengambil Io tanpa sepengetahuan Argus. Bahkan ketika tertidur, beberapa matanya tetap terbuka dan mengawasi Io.
Zeus kemudian mengutus putranya, Hermes, untuk membunuh Argus. Hermes menyamar sebagai seorang gembala dan menidurkan Argus dengan permainan musiknya. Hermes lalu membunuh Argus sehingga Io bisa terbebas. Setelah Argus mati, Hera mengambil semua mata Argus dan memasangnya pada ekor burung kesayangannya, merak.



 Aswang (Asuwang) adalah makhluk mirip vampir dalam mitologi Filipina. Penjajah dari Spanyol menyebutkan bahwa aswang adalah makhluk yang paling ditakuti oleh rakyat Filipina.[1] Mitos aswang dikenal di seluruh wilayah Filipina, kecuali di daerah Ilocos.[2] Mitos ini sangat populer di daerah-daerah Visaya barat seperti Capiz, Iloilo dan Antique. Beberapa nama regional untuk aswang adalah "tik-tik", "wak-wak" dan "soc-soc". Aswang kadang-kadang digambarkan sebagai campuran vampir dan penyihir dan hampir selalu berwujud perempuan. Mereka kadang-kadang diceritakan sebagai monster dengan sayap yang mengepak keras.

 Azazel atau Azazael atau Azâzêl (bahasa Ibrani: עזאזל, Azazel) adalah istilah yang dicatat hanya dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, yaitu dalam Kitab Imamat pasal 16. Istilah ini dipakai untuk menandai salah satu kambing penghapus dosa dengan label "לַעֲזָאזֵל" (la-aza'z'l) yang diartikan "bagi pembuangan mutlak" atau "bagi Azazel" dan kemudian dilepaskan di padang gurun sebagai bagian dari upacara pendamaian pada hari raya Yom Kippur.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar